Wednesday, 28 October 2015

Penyusunan Sintesis



Pengertian Sintesis
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.
Beberapa contoh dari pernyataan Sintetik adalah :
1.       Bumi itu bulat.
2.       Raka adalah anak yang menyenangkan.

Fungsi Sintesis
Sintesis berfungsi untuk menggabungkan atau mengkompromikan dari pernyataan satu kepada pernyataan lain untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif. Contoh :
1.Ilmu adalah aktifitas
2.Ilmu adalah metode
3.Ilmu adalah produk
Kesimpulan : ilmu adalah aktifitas, metode, dan produk.
Dalam penulisan karya ilmiah pada dasarnya adalah merangkum intisari bacaan yang berasal dari beberapa sumber. Kegiatan ini harus memperhatikan data publikasi atas sumber-sumber yang digunakan, kemudian dimasukan dalam daftar pustaka.
Cara Membuat Sintesis
 Ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, di antaranya (Utorodewo dkk, 2004: 97):
1.       penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yangdigunakannya,
2.       Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya,
3.       sudut pandang penulis harus tajam,
4.       penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengansumber lainnya, dan
5.       penulis harus menekankan pada bagian sumber yangdiperlukannya.

Reff:

Monday, 19 October 2015

Metode Ilmiah



PENGERTIAN METODE ILMIAH
Metode Ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Pengertian metode ilmiah menurut beberapa ahli :
1.      (Almack, 1939) Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
2.      (Ostle, 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.
Metode Ilmiah memiliki ciri-ciri keilmuan :
1.      Rasional: sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
2.      Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati dengan menggunakan panca inderaSistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah logis.
3.      Terkontrol : menggunakan proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga.
4.      Replikatif : Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.

Unsur metode ilmiah
Unsur utama metode ilmiah adalah :
1.      Karakteristik (pengamatan dan pengukuran).
2.      Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran).
3.      Prediksi (deduksi logis dari hipotesis).
4.      Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas.

Syarat-syarat Metode Ilmiah
o   Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya atau didukung metodik fakta empiris.
o   Metodik, artinya pengetahuan ilmiah diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
o   Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan.
o   Universal, artinya pengetahuan tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja tetapi semua orang melalui eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama.
Langkah-Langkah metode ilmiah
Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain :
o   Memilih dan mendefinisikan masalah
o   Survey terhadap data yang tersedia
o   Memformulasikan hipotesa
o   Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
o   Mengumpulkan data primer
o   Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
o   Membuat generalisasi dan kesimpulan
o   Membuat laporan

TUJUAN METODE ILMIAH
Tujuan dalam mempelajari metode ilmiah :
1.      Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis.
2.      Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis, dan
3.      Meningkatkan pengetahuan tentang mekanismen penulisan karangan ilmiah.


Ref :

Monday, 5 October 2015

Top 10 Tips Berbaur Dengan Lingkungan Baru di Kalangan Remaja



Hai guys,,,, selamat datang di blog gue. Kali ini gue mau ngebahas masalah yang sering ada di lingkungan sekitar gue khususnya para remaja masa kini. Kalau kita jeli coba kita perhatikan sekeliling kita guys, gak usah terlalu jauh memandang ke luar sana, coba kalian ambil sample di dalam kelas kalian saja. Perhatikan pergaulan di kelas, cara pertemanannya dan cara bercandnya. Ada orang yang sangat pendiam, ada yang sangat egois, ada pula yang sangat pecicilan bahasa umumnya hahaha. Nah dari situ aja kalian udah bias merasakan bahwa satu kelas pun belum tentu semua dapat berbaur menjadi satu. Banyak perkumpulan di ciptakan dari anggota satu kelas itu, kelompok belajar yang orangnya itu itu aja dan teman bermain yang sgenre dan si kutu buku yang pemalu yang selalu di diamkan sendiri.
                Pernah gak sih kalian berfikir ingin melakukan perubahan ? kita hilangkan status social yang melatar belakangi kita. Bergaul dengan siapapun dan tidak memilah milih teman, bermain dengan siapa saja dan belajar kelompok dengan siapapun. Dengan begtitu kalian akan dapat menambah teman dan menambah kepekaan kalian dalam menilai sesorang. Nah di sini gue akan bagi - bagi tips buat kalian yang merasa dirinya susah untuk berbaur dengan lingkungan baru, dan pemalu. Oke langsung aja ya….
1.       Tips pertama, saat kalian masuk ke dalam suatu lingkungan yang baru kalian jumpai, jangan sungkan untuk memperkenalkan diri kepada orang lain atau teman sebelah anda, dengan berkenalan anda akan menambah daftar teman yang anda miliki.
2.       Berusahalah menjaga penampilan, contohnya sisir lah rambut sehingga terlihat rapi jika perlu pakai minyak rambut, sesuaikanlah  baju dan celana yang akan di kenakan ke tempat yang akan kalian kujungi, dan pilihlah model baju dan celana yang cocok dengan postur tubuh kalian. Tak lupa ketinggalan sesuaikan model spatu yang akan kalian pakai.
3.       Berusahalah tampil bersih dan wangi, pada dasarnya remaja jaman sekarang suka dengan kebersihan jadi jagalah kondisi badan kalian agar terlihat bersih dan wangi. Alangkah tidak bagusnya jika kita berbaur dengan membawa aroma yang tidak sedap.
4.       Pelajari dulu cara berkomunikasi di lingkungan yang akan kita masuki, jangan terlalu aktif(pecicilan) karena orang lain akan menilai diri kita saat kita berprilaku.
5.       Berusahalah seramah mungkin dan sesopan mugkin dengan orang lain yang kita temui, karena dengan begitu, dengan sendirinya orang lain akan memandang kita sebagai orang yang mempunyai wibawa dan rendah hati.
6.       Sesuaikan cara bicara dengan tempat yang kita kunjungi. Cara dan nada bicara sangat berpengaruh dalam berbaur.
7.       Percaya diri adalah kunci terpenting di sini agar kita tidak minder dengan siapapun kita tatap muka, oleh karena itu buatlah diri anda senyaman mungkin saat berbaur dengan lingkungan anda.
8.       Jagalah setiap prilaku anda jangan unjukan kebiasaan buruk kalian di depan umum, karena orang lain akan menilai tidak baik.
9.        Berusahalah hargai orang lain terlebih dahulu jika kita ingin di hargai. Jangan pernah merendahkan atau membully orang lain karena kita pun tidak ingin hal itu terjadi ke diri kita.
10.   Jadilah orang yang tidak egois dalam menyuarakan pendapat, cobalah terima pendapat orang lain dan jika tidak sesuai dengan pendapat kita maka kita jelaskan alasannya, jangan pernah menganggap diri kita paling benar karena itu akan menjatuhkan kita secara perlahan.

Okey gusy sekiranya itu aja sih tips dari gue buat kalian yang mempunyai masalah dalam berbaur dengan orang lain atau lingkungan baru, point point penting ini gue ambil dari pengalaman gue sendiri saat gue melihat lingkungan di sekeliling gue. Terimakasih sudah membaca blog gue gusy. Teriakasih ………

Friday, 2 October 2015

Berpikir Deduktif



Berfikir Deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur :

·         Dasar pemikiran utama (premis mayor)
·         Dasar pemikiran kedua (premis minor)
·         Kesimpulan
·          
Contoh:

Premis mayor : Semua pengendara motor wajib menggunakan helem SNI.
Premis minor  : Pak Joko adalah seorang pengendara motor.
Kesimpulan     : Pak Joko wajib menggunakan helm SNI.

Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduktif. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.
Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada, atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar.

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

·         Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

·         Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Ref:
https://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme